Masyarakat Keluhkan Pelayanan RSU MHA Thalib Kerinci

Iklan
Masyarakat Keluhkan Pelayanan RSU MHA Thalib Kerinci
Masyarakat Keluhkan Pelayanan RSU MHA Thalib Kerinci

Sapajambe.com, Kerinci - Seakan tak ada hentinya keluhan dari masyarakat terhadap buruknya pelayanan Rumah Sakit Umum (RSU) MHA Thalib, Kerinci. Terbaru, salah seorang keluarga pasien mengeluh karena mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan dari pihak rumah sakit.

Pasien RSU MHA Thalib yang mengidap sesak nafas disebut terinfeksi virus Corona, meski berdasarkan uji swab hasilnya negatif. Pasien tersebut terpaksa digendong keluarga menaiki pendakian tangga, tanpa menggunakan kursi roda.

Mirisnya lagi, pasien digendong dalam keadaan masih sesak nafas tanpa bantuan tabung oksigen. Pihak rumah sakit tidak memberikan alat bntu pernafasan tersebut dengan alasan oksigen habis.

Hal ini disampaikan langsung keluarga pasien, Aris, warga Desa Semumu, Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci.

Diakui Aris, kejadian itu bermula pada Kamis (04/02/2021) kemarin dirinya bersama keluarga membawa pasien ke RSU MHA Thalib Kerinci dalam keadaan sesak nafas. Setelah mengikuti test swab antigen diketahui hasilnya negatif.

Namun, kata Aris, meskipun hasilnya Negatif, salah seorang oknum perawat malah tidak mau melayami perawatan pasien. Mirisnya, kata dia, oknum tersebut meminta pasien ruangan sebelah untuk pintu karena ada pasien Covid. 

"Padahal sudah terbukti jelas dengan hasil swab antigen, bahwa pasien bukan Covid, pasien hanya sesak nafas, ya, bukan covid. Sesak nafas bukan hal yang sepele, ya, banyak orang bisa meninggal karena sesak nafas," kesal Aris.

Hal senada juga dijelaskan orang tua pasien, Mutiara. Diceritakan Mutiara, sore kemarin dirinya bersama keluarga membawa anaknya untuk berobat ke RSU MHA Thalib Kerinci. Di RSU anaknya menjalani tes rapid hingga tes swab antigen, dan hasil tes menunjukkan anaknya Negatif Corona.

"Akhirnya anak saya dibolehkan untuk rawat inap, namun sesampai di ruang inap ada perawat yang bilang anak kami terkena virus Corona sementara hasil swab anak kami negatif sampai anak saya tidak dapat ditangani alasan perawatnya yang di ruang inap anak bagian atas yang piket malam, oksigen habis akhirnya kami pun membawa anak kami pulang ke rumah dengan keadaan napasnya masih nyesak, aturan anak kami sedang membutuhkan oksigen," tegasnya.

Kejadian ini juga terekam dalam video lengkap dari keluarga pasien. Dalam video tersebut terlihat keluarga menggendong pasien dalam keadaan sesak nafas, menempuh pendakian tangga tanpa tabung oksigen dan kursi roda. 

Dalam rekaman itu juga terlihat salah seorang perawat melarang keluarga pasien melakukan perekaman. Video rekaman itu saat ini telah dibagikan oleh ratusan pengguna akun medsos baik di Facebook dan Instagram maupun WhatsApp.

Hingga berita ini dipublish, pihak RSU MHA Thalib Kerinci belum berhasil dimintai keterangan terkait hal tersebut.(*/rgk)

Iklan