Vaksin untuk Jambi, Johansyah: Pemprov Sedang Tunggu Kiriman dari Pemerintah Pusat

Iklan
Vaksin untuk Jambi, Johansyah: Pemprov Sedang Tunggu Kiriman dari Pemerintah Pusat
Vaksin untuk Jambi, Johansyah: Pemprov Sedang Tunggu Kiriman dari Pemerintah Pusat

Sapajambe.com Jambi - Pemerintah Provinsi Jambi, melalui juru bicara Johansyah mengatakan sedang menunggu kiriman vaksin covid-19 dari pemerintah pusat, namun belum dapat dipastikan kapan akan di kirim ke Jambi. 

"Kita masih menunggu dari pemerintah pusat, belum dapat informasi dari sana";katanya di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Kamis 21/01/2021.

Dia juga mengatakan bahwa setelah didistribusikan vaksin ke Kota Jambi dan Muaro Jambi, stok vaksin nya semakin masih terbatas, sehingga menunggu datangnya distribusi dari pemerintah pusat, "tunggu aja nanti kalau sudah sampai kita akan segera distribusikan ke daerah yang belum dapat, ada sembilan kabupaten kota yang belum dapat di luar Muaro Jambi dan Kota Jambi", sambungnya. 

Sebelumnya vaksin covid-19 telah di distribusikan ke dua daerah, yakni Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi.

"Iya Kota Jambi dan Muaro Jambi sudahkan, untuk Kota Jambi sebanyak 14.000, dan Muaro Jambi 3.400," Ujarnya.

Sebagaimana yang dirilis pihaknya, bahwa Jambi tidak ada lagi yang zona merah, karena terlihat adanya penurunan kasus, sehingga Jambi sudah menjadi zona orange, "zona yang kita rilis kemaren tidak ada lagi yang zona merah, sungai penuh juga kemaren zona orange, artinya testing dan traking kita semakin efektif di daerah, jika ada daerah yang positif covid, maka testing dan traking nya semakin tinggi".ujarnya

Disinggung terkait jika ada tenaga kesehatan yang tidak mau di vaksin, Johansyah mengatakan bahwa belum ada sanksi bagi mereka yang tidak mau di vaksin "kalau berdasarkan aturan dari pusat, sampai saat ini kan belum ada sanksi, namun kita berharap mereka punya kesadaran dari tugas mereka yang berhubungan dengan orang orang yang kurang sehat, seharusnya mereka di vaksin, namun terkait vaksin, kesehatan mereka juga harus di perhatikan, tidak ada penyakit bawaan", jelasnya.

Sedangkan mengenai sekolah yang tutup muka, Johansyah juga menyampaikan, bahwa minggu depan sudah mulai diterapkan tatap muka. 

"Berdasarkan surat persetujuan dari Gubernur, minggu depan akan di mulai belajar tatap muka di sekolah".ujarnya

Namun dia menambahkan, sekolah yang bisa melaksanakan belajar mengajar dengan tatap muka, adalah yang sudah lolos verifikasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. " Ya kita tunggu hasil dari verifikasi Disdik, jika sudah di verifikasi, maka itulah sekolah yang disetujui untuk tatap muka".tutupnya.(rgk)

Iklan